Ibadah haji adalah salah satu ritual keagamaan bagi umat Islam. Termasuk dalam rukun Islam kelima yang diwajibkan bagi mereka yang mampu baik dari sisi rohani, jasmani maupun materi.
Setelah menunaikan ibadah haji selalu saja ada penambahan titel alias gelar HAJI dan disingkat “Hi” pada sebelum penulisan namanya. Mungkin ini semacam penghargaan oleh masyarakat. Namun ada juga yang karena sudah berhaji jika nggak disebut atau ditulis gelar-nya tersebut marah-marah karena merasa nggak dihargai.
Dalam benak saya sebagai kaum biasa ini kok musti ada tambahan gelar H setelah berhaji. Bukankah yang namanya haji adalah ibadah dalam rangka manembah kepada Kanjeng Gusti ALLAH SWT, sama halnya dengan sholat, puasa dan zakat juga merupakan ibadah wajib umat Islam. Lha kok setiap selesai Sholat nggak tambahan “S” sebelum penulisan nama. Atau setelah Zakat tak dikasih gelar “Z” atau “P” setelah selesai puasa. harusnya biar adil kan juga dikasih tho yaw? Menurut saya ada sebuah gelar paling tinggi, dan setiap insan pasti mendapatkannya, yaitu Alm atau Jenat (Jawa).
Berikut sebuah catatan yang saya ambil dari tulisannya Alang-alang Kumitir tentang Haji:
Kaji dadi kasampurnan, rukun lima kinebatan, mungguhing danten tiyang Islam, zarohi tanah ingkang mulyo, menawi tirah anané bondo.
Artinya :
Haji menjadi kesempurnaan, rukun lima yang disebutkan, untuk semua orang Islam, mengunjungi tanah yang mulia, jika ada kelebihan harta.
Nanging ojo siro kliru, mahami opo kang dén tuju, amergo kaji sakdermo dalan, dudu tujuan luhuring badan, pak kaji dadi tembungan.
Artinya :
Tapi janganlah engkau keliru, memahami apa yang dituju, karena haji hanya sekadar jalan, bukan tujuan kemuliaan badan, jika pulang dipanggil Pak Haji.
Kaji ugi dadi latihan, pisahing siro ninggal kadonyan, bojo, anak lan keluarga, krabat karéb, sederek sedaya, kanca, musuh dho lélakna.
Artinya :
Haji juga untuk latihan, perpisahanmu meninggalkan keduniaan, istri, anak, dan keluarga, karib kerabat, semua saudara, teman dan musuh relakanlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar